[INFO TERKINI] Pendidikan Keberlanjutan: Seminar Internasional Bersama National Taiwan Normal University (NTNU)
Semarang, 14 Juni 2025 – Jurusan Geografi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Seminar internasional dengan mengangkat isu mengenai perubahan bentang lahan dengan tema “Landscape Dynamics And Urban Flood Managemen Challenges (Dinamika Bentang Lahan Dan Tantangan Manajemen Banjir Perkotaan)”. Seminar ini merupakan kolaborasi antara Jurusan Geografi UNNES dengan Department of Geography, College of Liberal Arts, National Taiwan Normal University (NTNU) yang dihadiri oleh beberapa dosen, diantaranya yaitu Prof. Su-min Shen dan Prof. Mucahid Mustafa Bayrak serta beberapa mahasiswa geografi NTNU. Seminar dilaksanakan pada 13 Juni 2025 secara luring di gedung C7 Lantai 3 dan dihadiri peserta dari jurusan geografi UNNES.

Kunjungan ini juga menjadi wadah kolaborasi untuk tugas akhir mahasiswa kelas international jurusan geografi angkatan 2023. Sebanyak 4 kelompok penelitian dengan setiap anggota kelompok merupakan gabungan dari mahasiswa NTNU dan UNNES melakukan penelitian terkait perubahan penggunaan lahan mangrove di Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang. Kelurahan Mangunharjo sering menjadi pusat kegiatan konservasi mangrove di Kota Semarang sejak awal tahun 2000-an. Pohon mangrove memiliki fungsi penting dalam menciptakan penghalang alami di sepanjang garis pantai yang mampu meredam kekuatan gelombang laut. Hasil penelitian kemudian dipresentasikan pada kegiatan seminar internasional ini.
Selanjutnya masuk pada acara inti seminar yaitu pemaparan materi mengenai development sustainability (pembagunan keberlanjutan) dengan pembicara dari NTNU yaitu Prof. Mucahid Mustafa Bayrak dan Dosen Geografi UNNES Nabila Nurul Hawa, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Prof. Mucahid mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Pembangunan berkelanjutan memiliki tiga dimensi: sosial, lingkungan, dan ekonomi, dengan konsep keberlanjutan berada di tengahnya. Meskipun sudah banyak pembahasan mengenai pembangunan berkelanjutan, sebenarnya semakin banyak tantangan keberlanjutan yang kita hadapi saat ini sehingga menimbuklkan pertanyaan apakah pembangunan keberlanjutan merupakan kontradiksi.

Menurut Prof. Mucahid pada dasarnya, terdapat tiga aliran pemikiran. Aliran pemikiran pertama mengatakan, semuanya baik-baik saja sekarang, tidak perlu banyak berubah. Aliran pemikiran kedua, yang merupakan mayoritas, mengatakan bahwa kita perlu menjadi lebih berkelanjutan, dengan hanya mengubah atau memperbaiki sistemnya, yang berarti ekonomi tidak menjadi masalah. Hanya butuh sistem yang lebih ramah lingkungan dan ekonomi. Aliran pemikiran ketiga mengatakan kita membutuhkan perubahan struktural, yang berarti sistem itu sendirilah yang menjadi tantangan keberlanjutan, bukan hanya perlu diperbaiki, yang berarti dapat dikatakan bahwa kita memerlukan perubahan struktural tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada masyarakat dan cara kita memandang tempat kita dalam lingkungan dan planet Bumi.
Prof. Mucahid juga memperkenalkan gagasan "de-growth" dan "post-development" (pasca pembangunan) sebagai cara berpikir yang lebih struktural. De-growth bertujuan untuk menundukkan tujuan ekonomi pada kriteria ekologi, martabat manusia, dan keadilan sosial, serta mengubah peradaban menuju sistem ekologis yang lebih baik. Gagasan ini menyatakan bahwa krisis ekologi saat ini disebabkan oleh sistem yang ada, sehingga perlu ada transformasi menyeluruh. Ia menekankan pentingnya belajar dari masyarakat adat yang memiliki pandangan dunia berbeda tentang lingkungan, contohnya menggunakan istilah "pemeliharaan lahan" daripada "pengelolaan lingkungan".
Di akhir pemaparannya, Prof. Mucahid menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan itu penting, tetapi ia mendorong untuk bersikap kritis terhadap makna sebenarnya dari istilah-istilah tersebut. Ia menghubungkan keberlanjutan dengan isu-isu global seperti konflik di Palestina dan Ukraina, serta hak asasi manusia, menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan tetapi juga tentang martabat manusia dan kemampuan untuk hidup bebas dan damai.

Setelah pemaparan materi, dilanjutkan sesi tanya jawab yang dilakukan selama 20 menit. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab, banyaknya pertanyaan berkualitas yang diajukan oleh mahasiswa geografi UNNES. Mulai dari pertanyaan mengenai seberapa realistis penerapan de-growth dan pasca pembangunan diterapkan di Indonesia hingga peran politik sebagai penentu struktural dalam konsep perubahan struktural.
Pemaparan materi oleh Prof. Mucahid mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya yang akrab dipanggil Sarah, mahasiswa Geografi kelas internasional angkatan 2023. "Menurutku materi dari Prof. Mucahid itu tadi sangat insightful," ujar Sarah. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan, "Di mana kita harus menjaga hubungan baik antara manusia dan lingkungan." Sarah juga menyoroti bagaimana kebijakan politik di Indonesia memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. "Juga tentang kebijakan-kebijakan politik yang berlaku di Indonesia. Juga akan memengaruhi bagaimana lingkungan itu berkelanjutan secara baik," imbuhnya.
Di akhir sesi, Sarah turut berbagi kesan dan harapannya. "Kesannya pasti sangat senang bisa kenalan dengan teman-teman dari Taiwan," ungkap Sarah. "NTNU dengan sangat baik dan sangat menyenangkan. Untuk pesannya mungkin semoga tahun depan bisa ketemu lagi sama mereka."
Adapun mahasiswa geografi kelas internasional angkatan 2024 yang akrab dipanggil Vito, mengungkapkan bahwa seminar ini telah membuka wawasan dan sudut pandang baru mengenai pentingnya sustainable development bagi masa depan. " Kita mendapat banyak sekali wawasan, terutama dalam bidang sustainable development atau pembangunan keberlanjutan, juga kita sangat sangat membuka sudut pandang kita, bahwa sustainable development itu sangat penting bagi kehidupan kita ke depannya, di mana kita bisa memposisikan diri kita sebagai manusia, ke dalam lingkaran lingkungan, terutama kepada alam. Sehingga sustainable development ini merupakan pilar yang cukup penting dalam menjamin keberlangsungan kehidupan manusia ke depannya.

![[INFO TERKINI] Eksplorasi Dinamika Geosfer Secara Nyata Melalui Studi Fenomena Geosfer (SFG)](https://static.wixstatic.com/media/1f94b9_b7b35d8cceb3483cb4cc5ee06d017724~mv2.jpg/v1/fill/w_680,h_1077,al_c,q_85,enc_avif,quality_auto/1f94b9_b7b35d8cceb3483cb4cc5ee06d017724~mv2.jpg)
![[INFO TERKINI] Seruan Aksi Penolakan RUU TNI: Presiden Mahasiswa BEM KM Unnes mendapatkan Kekerasan](https://static.wixstatic.com/media/1f94b9_aea5df7eded74f0fa8d5b24a68f0f913~mv2.jpg/v1/fill/w_720,h_887,al_c,q_85,enc_avif,quality_auto/1f94b9_aea5df7eded74f0fa8d5b24a68f0f913~mv2.jpg)
Comments