[MEDIA LITERASI] VIRTUAL LAB AMRITA: ALTERNATIF LABORATORIUM
Updated: Jun 28, 2025
Praktikum merupakan kegiatan yang tidak asing lagi bagi kalangan mahasiswa. Praktikum bertujuan untuk menguji dan menerapakan teori yang telah dipelajari di dalam kelas secara langsung di lapangan ataupun pada keadaan sebenarnya. Dengan kata lain, praktikum adalah latihan menerapkan teori secara nyata. Beberapa fakultas ataupun jurusan di perkuliahan yang seringkali melaksanakan praktikum antara lain adalah kedokteran, teknik, fisika, kimia, biologi, geografi dan banyak lainnya.

Meskipun praktikum bukanlah hal asing di bangku perkuliahan, fasilitas seperti laboratotium untuk ptaktikum di beberapa universitas masih saja kurang memadai. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah karena alat yang mahal dan perawatannya yang sulit. Kurangnya fasilitas seperti ini seringkali membuat praktikum menjadi terkendala. Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, beberapa universitas lebih memilih melaksanakan praktikum dengan memanfaatkan laboratorium virtual.
Laboratorium virtual dapat dijadikan alternatif ketika fasilitas yang digunakan untuk praktikum kurang memadai. Selain itu, beberapa praktikum tidak bisa dilakukan secara langsung karena memiliki risiko bahaya yang tinggi dan pelaksanaannya yang kompleks sehingga tidak bisa dilakukan dengan alat-alat sederhana. Contohnya seperti praktikum untuk fisika kuantum yang membahas tentang hukum-hukum fisika di “dunia” yang sangat kecil sehingga pelaksanaannya sangatlah kompleks.
Salah satu laboratorium virtual yang sudah sering digunakan di kalangan mahasiswa adalah virtual laboratorium Amrita. Vlab Amrita adalah laboratorium yang dikembangkan di Amrita Intelligent Development of Virtual Laboratores berupa simulasi komputer yang menampilkan tiruan laboratorium seperti pada dunia nyata. Vlab Amrita memiliki vitur berupa terori-teori yang biasa digunakan untuk praktikum, prosedur praktikum, simulalsi praktikum, tugas, referensi, evaluasi dan masukan untuk praktikum yang telah dilkasanakan.
Sebagai laboratorium virtual, Amrita tentunya memiliki kelebihan serta kekurangan tersendiri dibandingkan laboratorium fisik. Dalam Vlab Amrita, tidak semua mata Pelajaran bisa dipraktekan, hanya percobaan tertentu saja yang bisa dilakukan, seperti bioteknologi dan rekayasa biomedis, kimia, fisika, ilmu computer, terknik mesin serta cybersecurity. Laboratorium virtual juga tidak bisa memberi pengalaman praktikum yang sebenarnya dengan alat yang sebenarnya juga, sehingga yang dipelajari didalamnya lebih banyak berlandas pada teori.
Kelebihan Vlab Amrita sendiri yaitu mudah diakses oleh siapapun selama ada computer dan internet. Karena bentuknya berupa website, praktikum yang dilaksanakan jadi lebih praktis. Tidak perlu menyiapkan banyak alat karena semua sudah tersedia dalam satu website. Kemungkinan terjadinya eror atau kesalahan teknis juga minim karena alat yang digunakan tidak bisa rusak seperti saat menggunakan lab fisik. Dengan biaya yang murah, Vlab Amrita bisa memberi pengalaman kondisi ideal dari suatu percobaan atau praktikum,.
Vlab Amrita mungkin bisa dijadikan sebagai laboratorium alternatif ketika fasilitas laboratorium yang sesungguhya tidak tersedia, tapi bagaimanapun akan lebih baik jika setiap kampus atau universitas memiliki fasilitas laboratorium yang memadai untuk praktikum.
Praktikum langsung dengan alat sebenarnya akan membuat mahasiswa lebih mudah memahami dan menangkap materi pembelajaran daripada hanya berbasis virtual. Kesalahan teknis saat praktikum dapat menjadi evaluasi untuk mahasiswa sehingga mahasiswa bisa lebih berhati-hati dan menerapkan teori dengan sebenar-benarnya. Namun demikian, kemajuan teknologi tidak bisa kita pungkiri. Vlab Amrita mungkin bisa dijadikan media pembelajaran mandiri tanpa harus menghilangkan laboratorium yang sesungguhnya. Jika kalian tertarik untuk belajar mandiri, Vlab Amrita bisa diakses melalui tautan berikut ini: https://vlab.amrita.edu/index.php

![[MEDIA LITERASI] KULAMBU: PEMAKAMAN SUKU DAYAK TAMAN YANG TAK BIASA](https://static.wixstatic.com/media/1f94b9_8a92d36da162485bb3632f6fb98ac7c0~mv2.png/v1/fill/w_807,h_422,al_c,q_85,enc_avif,quality_auto/1f94b9_8a92d36da162485bb3632f6fb98ac7c0~mv2.png)
![[MEDIA LITERASI] Chiloschista Tjiasmantoi, Anggrek Tanpa Daun dari Aceh](https://static.wixstatic.com/media/1f94b9_3a7dde66628a408c8d5ad75844c134fa~mv2.jpeg/v1/fill/w_800,h_600,al_c,q_85,enc_avif,quality_auto/1f94b9_3a7dde66628a408c8d5ad75844c134fa~mv2.jpeg)
![[MEDIA LITERASI] Apakah Perkebunan Sawit Bisa Menggantikan Hutan?](https://static.wixstatic.com/media/1f94b9_59d0a5b9dabd4607abdec0f565b65414~mv2.jpg/v1/fill/w_980,h_653,al_c,q_85,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/1f94b9_59d0a5b9dabd4607abdec0f565b65414~mv2.jpg)
Comments